GAMEPLAY VALORANT 2021

Tidak seperti CS: GO yang mengusung utilitas seperti granat, flashbang, molotov, dan granat asap, Valorant menghadirkan elemen-elemen tersebut pada kemampuan karakter di dalamnya. Tidak ada karakter yang akan berperan sebagai tank dengan darah lebih kental atau karakter yang dapat memberikan damage terlalu tinggi sebagai DPS.

 

Dari keempat role yaitu Controller, Duelist, Initiator, dan Sentinel, semuanya memiliki beberapa ability yang berguna untuk menyerang musuh atau zoning dengan cara menutup mata. Alhasil, game-game di dalamnya cenderung lebih taktis ketimbang menonjolkan aksi seperti di Overwatch. Contohnya, karakter Jett memang memiliki Ultimate yang bisa membunuh musuh dengan kunai yang dilemparnya. Meski begitu, di setiap ronde, kemampuan Cloudburst miliknya untuk menutup penglihatan musuh lebih berguna untuk bergegas atau mempertahankan poin tertentu. Pasalnya, layout map di Valorant lebih mengutamakan bentuk game tactical shooter.

Dari pengalaman yang KINCIR gunakan dari semua karakternya, Valorant berhasil memberikan variasi yang menarik. Keempat peran yang mereka bentangkan telah berhasil membuat definisi penembak taktis layak untuk dipertimbangkan kembali. Duelist dan Initiator, misalnya, ditakdirkan untuk menjadi entri yang terburu-buru sementara Sentinel dan Pengendali dapat membuat zona dan memberikan dukungan kepada anggota tim lainnya.

Satu hal yang harus diperhatikan oleh para pemain veteran CS: GO atau Overwatch ketika menyentuh game ini adalah fase putaran di setiap game. Layaknya Overwatch, nantinya pemain bisa melaju terlebih dahulu untuk mencapai barrier di setiap lane, berbeda dengan CS: GO yang mengunci posisi pemain saat mengulur waktu di awal permainan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *