Petani Palsukan Cabe Rawit Dengan Cat Merah Terancam Di Hukum 15 Tahun

Petani Palsukan Cabe Rawit Dengan Cat Merah Terancam Di Hukum 15 Tahun – Peredaran tentang cabe rawit merah yang di cat merah di temukan di sejumlah pasar tradisioanl di zKabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kejadian itu hanya di Kabupaten Banyumas ungkap Kasat Reskim Polresta Banyumas Kompol Berry melalui pesan singkat melalui media. Berdasarkan hasil dari penyelidik, polisi telah menemukan cabe merah yang disemprot di tiga lokasi yaitu di pasar wage, pasar cermai dan pasar sokaraja akan tetapi sebelumnya juga ada di pasar kemukusan.

Para pelaku tersebut sudah berhasil di amankan oleh pihak Polres Temanggung berdasarkan dari hasil koordinasi kemudian di tangani oleh Polresta Banyumas. Atas perbuatan para tersangka BN (35) petani asal Temanggung yang memalsukan cabe rawit merah dengan cat semprot terancam di hukum 15 tahun penjara. Pelaku tersebut diancam dengan tiga pasar yaitu Pasal 136 UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. Atau Pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara atau pasal 383 angka 2 KUHP dengan amcaman hukuman selama 1 tahun 4 bulan.

Diberitakan sebelumnya kalau cabe rawit merah yang di temukan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ternyata di cat dengan menggunakan semprotan. Semua itu dilakukan untuk mengelabui pembeli. Karena harga cabe rawit lagi melonjak sangat dratis harganya. Pelaku di duga mencampur cabe rawit kuning yang di cat merah dan dicampur dengan cabe merah asli dalam 1 kantong. Pelaku tersebut melakukan itu semua karena harga cabe rawit di pasaran melonjak dratis harganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *